Agrowisata di Sulawesi

1. Lalombaa, Agrowisata Kakao Pertama di Sulawesi

Pengunjung akan mendapat pengetahuan untuk menghasilkan aroma cokelat

Kebun Kakao

Ingin menikmati suasana asri di tengah kebun Kakao yang merupakan penghasil cokelat? Silahkan mengunjungi Agrowisata Lalombaa Cocoa Village, yang berada di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.

https://www.facebook.com/v2.8/plugins/follow.php?app_id=1264934440229219&channel=http%3A%2F%2Fstaticxx.facebook.com%2Fconnect%2Fxd_arbiter%2Fr%2FlY4eZXm_YWu.js%3Fversion%3D42%23cb%3Df31566253285ee8%26domain%3Dm.jitunews.com%26origin%3Dhttp%253A%252F%252Fm.jitunews.com%252Ff1c8708ac004f8%26relation%3Dparent.parent&container_width=0&href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fjitunews&layout=box_count&locale=en_US&sdk=joey&show_faces=false&size=large

11 Mei 2016 07:15 WIB

Lalombaa, Agrowisata Kakao Pertama di Sulawesi

Pengunjung akan mendapat pengetahuan untuk menghasilkan aroma cokelat

Kebun Kakao

Kebun Kakao (Ist)

KOLAKA, JITUNEWS.COM– Ingin menikmati suasana asri di tengah kebun Kakao yang merupakan penghasil cokelat? Silahkan mengunjungi Agrowisata Lalombaa Cocoa Village, yang berada di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Memasuki kawasan ini, pengunjung akan disuguhi pengalaman menaiki jembatan gantung. Selanjutnya, pengunjung bisa memasuki kawasan wisata yang menghibur. Pada satu sisi terdapat ruang singgah yang berbentuk rumah adat.

Tak jauh dari situ, terdapat gedung theater tempat menampilkan pertujukan seni masyarakat, khususnya petani kakao. Tampilan theater ini seperti bangunan tua ala Yunani.

https://www.facebook.com/v2.8/plugins/follow.php?app_id=1264934440229219&channel=http%3A%2F%2Fstaticxx.facebook.com%2Fconnect%2Fxd_arbiter%2Fr%2FlY4eZXm_YWu.js%3Fversion%3D42%23cb%3Df1de69ce981c724%26domain%3Dm.jitunews.com%26origin%3Dhttp%253A%252F%252Fm.jitunews.com%252Ff83b4a3f6dcbbc%26relation%3Dparent.parent&container_width=0&href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fjitunews&layout=box_count&locale=en_US&sdk=joey&show_faces=false&size=large

11 Mei 2016 07:15 WIB

Lalombaa, Agrowisata Kakao Pertama di Sulawesi

Pengunjung akan mendapat pengetahuan untuk menghasilkan aroma cokelat

Kebun Kakao

Kebun Kakao (Ist)

KOLAKA, JITUNEWS.COM– Ingin menikmati suasana asri di tengah kebun Kakao yang merupakan penghasil cokelat? Silahkan mengunjungi Agrowisata Lalombaa Cocoa Village, yang berada di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sebentar Lagi Sido Muncul Akan Sulap 2 Desa Ini Jadi Agrowisata

Memasuki kawasan ini, pengunjung akan disuguhi pengalaman menaiki jembatan gantung. Selanjutnya, pengunjung bisa memasuki kawasan wisata yang menghibur. Pada satu sisi terdapat ruang singgah yang berbentuk rumah adat.

Tak jauh dari situ, terdapat gedung theater tempat menampilkan pertujukan seni masyarakat, khususnya petani kakao. Tampilan theater ini seperti bangunan tua ala Yunani

“Sementara di tempat lain terdapat unit pengolahan biji kakao yang difermentasi. Pengunjung akan mendapat pengetahuan untuk menghasilkan aroma cokelat, maka biji kakao harus difermentasi,” jelas Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara, Bachrun Hanise, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/5).

Kakao

Selain itu, lanjut Bachrun, pengunjung juga dapat menyaksikan bagaimana biji kakao diolah menjadi cokelat. Pada sisi lain terdapat gudang tempat penyimpan biji kakao sebelum dikirim ke pabrik.

Hal paling menarik di lokasi wisata ini yaitu terdapat wahana yang terintegrasi dengan kebun kakao yang tertata rapi dan cukup terawat seluas 300 ha. “Pada saat musim panen, para pengunjungi akan dimanjakan dengan pohon yang penuh dengan buah berwarna merah dan hijau,” ujar Bachrun.

Sementara itu, Bupati Kolaka, Sulawesi Tenggara, Ahmad Safei, menambahkan, agar masyarakat lebih mengenal tanaman kakao hingga menjadi cokelat yang bisa dikonsumsi, area agrowisata ini juga akan dilengkapi dengan galeri cokelat.

Galeri cokelat itu semacam ruang display yang menampilkan produk olahan cokelat yang menggunakan biji kakao dari Kolaka. Selain itu juga ada wahana permainan, air mancur dan pusat kuliner makan. “Sehingga tempat ini cocok dikunjungi bersama keluarga,” ucap Safei.

Safei pun cukup bangga dengan adanya agrowisata ini. Sebab, agrowisata ini bisa dijadikan sebagai education center (pusat pembelajaran) pertama di Sulawesi, yang berbasis kakao dengan target pengujungi turis domestik maupun luar negeri.

Artinya, ujar Safei, melalui kampung kakao ini pengunjung mancanegara akan lebih mengenal bahwa kakao di Indonesia adalah kakao terbaik. Sehingga, di area agrowisata ini juga akan dibangun dibangun resort, dengan pemandangan back to nature bersama petani kakao. Bahkan, juga akan dibangun penginapan bagi parang pengunjung yang ingin bermalam.

“Selain resort, rencananya akan dibangun homestay dengan memanfaatkan rumah warga yang nantinya akan direnovasi,” ucap Safei.

2. Sulteng Promosikan Agro Wisata Sebagai Destinasi

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan mengembangkan dan mempromosikan sektor pertanian meliputi agro wisata di daerah tersebut sebagai potensi destinasi, untuk peningkatan sektor jasa kepariwisataan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulteng, Hj. Siti Norma Mardjanu menyatakan di Palu, Jumat, sektor pertanian juga bermanfaat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata potensial di daerah tersebut.

“Pemerintah Sulawesi Tengah lewat Dinas Pariwisata sedang menyususn strategi untuk mensinergikan pengembangan dan promosi wisata atau agrowisata yang ada di Sulteng,” ungkap Norma Mardjanu.

Norma Mardjanu menyatakan pengembangan pariwisata yang memanfaatkan lahan pertanian perlu direncanakan lewat rencana induk pembangunan sektor pariwisata daerah tersebut.

Hal itu, sebut dia agar semua potensi wisata yang telah ditetapkan pemerintah mulai dari potensi agro wisata, kemaritiman, dan industri pariwisata dapat terarah dan bersinergi dalam pengembangannya.

Olehnya, kata dia dibutuhkan keterlibatan semua pihak unsur swasta dan pemerintah eksekutif dan legislatif secara bersama-sama menggodok rencana pembangunan pariwisata yang berkualitas dan terarah.

“Pembangunan kepariwisataan membutuhkan keterlibatan semua pihak, disertai rencana pembangunan yang ideal dan baik serta ditindak lanjuti dengan perhatian serius pemerintah daerah,” ujarnya.

Terkait hal itu perwakilan Dinas Pertanian Sulteng, Gunawan, menyatakan pada seminar rencana induk pembangunan kepariwisataan Sulteng bahwa pemerintah telah menetapkan tiga kawasan sebagai agrowisata.

Tiga kawasan tersebut meliputi tiga desa yaitu agrowisata Tamarenja Kabupaten Donggala, Desa Buranga dan Manggalapi di Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong sebagai potensi pertanian dan wisata.

3. Tampusu, Agrowisata di Sulut

Bukit Tampusu | Sumber Foto:Wikimedia
Provinsi Sulawesi Utara akan memiliki Agrowisata baru. Gubernur Sulawesi Utara, Ollly Dondokambey mengatakan bahwa lokasi peternakan Tampusu, Minahasa yang pernah berjaya pada masa lampau akan dijadikan sebagai daerah tujuan Agrowisata.

”Peternakan sapi akan ditata sebaik mungkin. Lahan akan ditanami tanaman sayur mayur dan buah buahan,” ujarnya. Selain lokasi peternakan, daerah Tampusu juga akan dijadikan hutan wisata, karena kawasan tersebut dikelilingi oleh hutan.

Daerah Tampusu memang dikenal karena keindahan alamnya. Di sana terdapat Bukit Tampusu yang sering dikunjungi oleh mereka yang mempunyai hobi mendaki. Selain pemandangan tanah Minahasa yang indah, para pelancong dapat pula menikmatii keindahan danau Tampusu, yang sekitarnya biasa dijadikan tempat berkemah.

Di desa Tampusu, Kecamatan Remboke juga berdiri Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Regional Sulut. Sekolah ini rencananya akan dikembangkan menjadi daerah kunjungan wisata.

Hal ini pernah diungkapkan oleh Direktur IPDN Dr. Noudy Tendean di Tondano, beberapa bulan yang lalu. ”Kampus IPDN Tampusu akan dikembangkan menjadi lokasi wisata,” ujar Tendean. Letak geografis Kampus IPDN Tampusu memang sangat strategis untuk dijadikan lokasi agrowisata. Pemandangan alam di sekitar kampus sangat indah.

Pengembangan kampus IPDN menjadi daerah wisata akan dilakukan secara bertahap. Namun ditargetkan akan selesai dalam tiga tahun ke depan. Jika semua telah rampung, diharapkan akan lebih banyak lagi wisatawan yang datang berkunjung ke daerah Tampusu, Minahasa.

4. Wisata Agro Buah Muntea Kharisma Butta Toa – Bantaeng

Agro wisata Muntea merupakan satu-satunya tempat wisata di Kabupaten Bantaeng yang menyediakan fruit paradise di lokasi berhawa sejuk, 18 derajat celcius, dan ber­ada pada ketinggian 1.216 meter di atas permukaan laut.

 Strawberry Muntea

Menuju kebun Strawberry (dok. pribadi)

Agrowisata Bantaeng dilengkapi de­ngan lanscape alam hijau dan segar dan topografi berbukit, didominasi dengan tanaman hortikulutura yang tumbuh di atasnya. Tak salah jika pemerintah setempat menetapkan Kabupaten Bantaeng sebagai kampung pariwisata karena potensi yang dimiliki daerah ini. Tim Makassar Terkini tentu saja tidak melewatkan suguhan alam Kota Bantaeng.

Apel dan Strawberry
Jarak perkebunan strawberry dan apel ini sekitar 15 kilometer dari ibukota Kabupaten Banteng. Di lahan seluas 60 hektare yang dikelola secara modern dengan pemeliharaan maksimal, pengunjung dapat menikmati perjalanan menyusuri perkebunan, memetik dan menikmati buah yang disukai. Lokasinya tepat berada di Dusun Muntea, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng.

Medan yang sulit untuk sampai di kawasan Muntea dengan jalur mendaki yang membuat waktu yang ditempuh untuk sampai di lokasi ‘surga buah strawberry dan apel’ ini menjadi agak lama. Pengunjung masih harus melalui jalan berbatu untuk sampai di perkebunan strawberry. Namun hawa yang sejuk dan pemandangan yang hijau dan deretan pohon pinus yang menarik sepanjang perjalanan seolah telah membayar rasa lelah menuju Dusun Muntea ini. Strawberry memang menjadi salah satu budidaya andalan daerah ini.

Kebun Stawberry Muntea

Kebun Stawberry Muntea (dok. pribadi)

Tepat di depan pintu masuk kebun, pengunjung akan ‘disapa’ dengan deretan angka-angka nominal rupiah berwarna putih. Itulah deretan harga yang harus dibayar pengunjung bila ingin masuk ke kebun strawberry, termasuk bila akan memetik dan me­ngambil buah.

Kondisi di Muntea yang berbukit dengan udara yang sejuk, memang sangat cocok bila ditanami dengan apel dan strawberry. Kedua tanaman ini selain tanaman seperti kol, wortel, kentang dan sebagainya, telah membantu secara langsung perekonomian masyarakat sekitar

Awalnya strawberry hanya merupakan tanam­an uji coba yang dilakukan oleh salah seorang pe­tani setempat pada awal November 2005, dan ternyata berhasil hingga menjadi budidaya unggulan sampai sekarang.

Sakura di Muntea
Karena kondisi alam dan ekosistem yang terjaga dengan baik inilah, maka pada pertengahan bulan November 2012 nanti direncanakan di kawasan perkebunan ini akan ditanam pula sekitar 300 benih pohon sakura yang merupakan proyek uji coba. Pohon tersebut akan ditanam pada ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Sebelumnya juga tanaman asal Jepang seperti Talas Safira dan Daikong, berhasil tumbuh dengan baik di dusun ini. Wisata di perkebunan ini ternyata pengunjung tidak hanya melulu disuguhi oleh pemandangan kebun strawberry dan apel saja.

Pemandangan Alam Muntea

Pemandangan Alam Muntea (dok. pribadi)

Selain keelokan dunia buah apel dan strawberry, terdapat Air Terjun Muntea yang menjadi salah satu dari tujuh sumber mata air yang ada di daerah ini. Selain untuk kebutuhan air minum dan pertanian serta perkebunan, air terjun ini juga menjadi salah satu objek wisata yang sayang untuk dilewatkan. Di sekitar kawasan wisata perkebunan dan air terjun pula, pengunjung bisa beristirahat di hotel atau wisma yang telah disiapkan oleh pengelola tempat wisata tersebut.

Sumber:

http://m.jitunews.com/read/38018/lalombaa-agrowisata-kakao-pertama-di-sulawesi

https://sulteng.antaranews.com/berita/28767/sulteng-promosikan-agro-wisata-sebagai-destinasi

http://www.agronet.co.id/detail/indeks/berita/115-Tampusu-Agrowisata-di-Sulut

http://jokkajokka.com/wisata-agro-buah-muntea-kharisma-butta-toa-bantaeng/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s